Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang merayakan hari jadinya yang ke-21 dengan menggelar serangkaian refleksi bertajuk "Mengawal Sumatera Pulih". Bertempat di cafe pustaka steva dengan menandakan perayaan ini menjadi momentum bagi jurnalis di Sumatera Barat untuk memperkuat peran pers dalam mengawasi pemulihan lingkungan dan isu sosial di wilayah Sumatera.
Ketua AJI Padang Novia Harlina menyatakan bahwa tema tahun ini dipilih sebagai respons terhadap berbagai tantangan ekologis dan dampak bencana yang kerap melanda wilayah Sumatera. AJI Padang berkomitmen untuk memastikan proses pemulihan, baik pasca bencana maupun kerusakan lingkungan akibat industri, berjalan secara transparan dan berpihak pada masyarakat.
Dua puluh satu tahun bukan sekadar angka, melainkan refleksi konsistensi kita dalam menjaga independensi. Di tengah kondisi Sumatera yang sedang berupaya pulih dari berbagai krisis, peran jurnalis adalah memastikan suara-suara dari akar rumput tetap terdengar," ujarnya dalam sambutan acara, Sabtu (24/1).
Ahli Pers Dewan Pers, Syofriadi Bachyul, yang hadir memberikan refleksi, menekankan bahwa profesi jurnalis memiliki tanggung jawab moral yang melampaui sekadar teknis penulisan. Menurutnya, setiap kata yang disiarkan harus memiliki bobot dan makna bagi publik.
"Menjadi jurnalis bukan sekadar hanya menulis dan menyiarkan berita tanpa ada makna dari setiap kata pada tulisan. Pers atau jurnalis harus independen, yang merasa damai dan sejahtera dengan menyandang identitas tersebut," ujar Syofriadi Bachyul dalam refleksinya.
Acara yang dihadiri oleh sejumlah jurnalis, aktivis lingkungan, dan akademisi ini juga diisi dengan diskusi panel mengenai peran media dalam mitigasi perubahan iklim di Sumatera. Selain itu, AJI Padang memberikan apresiasi bagi karya-karya jurnalistik yang konsisten mengawal isu kemanusiaan dan lingkungan hidup sepanjang tahun lalu.
Melalui peringatan ini, AJI Padang berharap dapat terus menjadi wadah bagi jurnalis profesional yang berani menjaga integritas demi terwujudnya Sumatera yang lebih baik dan berkelanjutan.
Reporter: Dzakwan Deffa