Diskusi Mahasiswa Soroti Pelaksanaan Pemira UNAND

Sejumlah mahasiswa Universitas Andalas (UNAND) menyoroti pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) dalam sebuah diskusi bertajuk “Carut-Marut Masa Depan Demokrasi UNAND” yang digelar pada Kamis (12/12) pukul 21.00 WIB di Baka Coffee, Padang.

Diskusi tersebut dihadiri oleh mahasiswa UNAND serta sejumlah calon Presiden Mahasiswa UNAND. Acara dipandu oleh Wildan sebagai moderator, dengan Rangga dan Abli sebagai pemantik diskusi. Tiga calon Presiden Mahasiswa, yakni Nabil, Fajri, dan Deffan, turut menyampaikan pandangan mereka terkait kondisi demokrasi kampus.

Salah satu peserta diskusi, Alee, menyampaikan bahwa dirinya telah mengajukan gugatan terhadap pelaksanaan Pemira UNAND. Menurutnya, regulasi yang digunakan sebagai dasar penyelenggaraan Pemira masih mengandung pasal-pasal yang dinilai multitafsir dan tidak saling berkesinambungan.

“Saya mengajukan gugatan terhadap pelaksanaan Pemira, di mana undang-undang dan TAP-TAP yang dituliskan selain timeline dan tata cara itu banyak pasal yang karet dan tidak saling berkesinambungan,” ujar Alee.

Ia menilai ketidakjelasan regulasi tersebut berpotensi menimbulkan konflik serta ketidakpastian dalam proses Pemira.

Sementara itu, Deffan menyoroti rendahnya partisipasi mahasiswa dalam politik kampus. Ia menyebut minimnya budaya demokrasi dapat berdampak pada keterwakilan kepemimpinan mahasiswa. “Ketika budaya demokrasi minim di dalam politik kampus, maka bisa dikatakan calon yang terpilih secara tidak langsung tidak merepresentasikan semua pihak mahasiswa yang ada di dalam kampus,” kata Deffan.

Senada dengan itu, Nabil menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal proses demokrasi kampus. Ia berharap mahasiswa dapat terlibat aktif agar tidak muncul sikap apatis terhadap dinamika politik internal universitas. “Harapan saya ke depannya mahasiswa dapat mengawal proses dinamika politik kampus agar tidak terjadinya sikap apatisme mahasiswa terhadap demokrasi di lingkungan universitas,” ujarnya.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemira UNAND, khususnya terkait regulasi, partisipasi, dan tata kelola demokrasi kampus.

Penulis: Nofal Ramadhan