Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND) datangkan relawan medis di tengah aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Gedung DPRD Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) sore. Kehadiran tim medis ini bertujuan untuk memberikan pertolongan pertama dan penanganan darurat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.
Aksi massa tersebut digelar untuk menyuarakan aspirasi terkait penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta evaluasi dua tahun kinerja pemerintahan Prabowo. Tim Medis Aksi dari Hippocrates Emergency Team (HET) UNAND, Afifah, menjelaskan bahwa timnya hadir dengan perlengkapan medis darurat yang memadai untuk mengantisipasi potensi cedera atau gangguan kesehatan pada para peserta aksi.
"Kami berlima diminta oleh rekan kami dari BEM FK UNAND untuk ikut aksi sebagai tim medis. Tujuan adalah kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, misalnya terluka atau dan lain-lain, kami siap untuk memberikan pelayanan medis total pada massa aksi di sini," ujar Afifah saat diwawancarai di lokasi demonstrasi, Rabu (28/10/2026).
Afifah menambahkan bahwa tim HET telah membawa tas medis berisi obat-obatan serta peralatan darurat yang siap digunakan kapan saja selama demonstrasi berlangsung.
Sementara itu, Ketua BEM FK Unand, Ziyad, menegaskan bahwa penyiapan tim medis HET merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa kedokteran dalam mengawal dan mendukung keselamatan gerakan mahasiswa. Ia juga menyampaikan bahwa pihak BEM FK sebisa mungkin mengupayakan kehadiran tim bantuan medis HET pada setiap aksi demonstrasi meskipun adanya kendala perihal tuntutan akademik dan Sumber daya Manusia (SDM).
"Tuntutan dan jadwal akademik kami terkadang datang mendadak, sehingga cukup sulit bagi mahasiswa FK untuk selalu turun ke lapangan. Namun, alhamdulillah untuk aksi hari ini tim HET bisa hadir menepis kekhawatiran jika terjadi skenario terburuk," ungkap Ziyad.
Reporter: M Dzakwan Deffa