Parade Pekan Andalas yang melibatkan tujuh fakultas berujung tanpa pemenang. Parade ini melibatkan Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Panitia pelaksana mengambil langkah tegas dengan mendiskualifikasi seluruh fakultas usai terjadinya kericuhan dan rentetan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) pada acara yang digelar hari ini (05/09)
Kericuhan bermula karena adanya provokasi setelah Fakultas Teknik melebihi waktu yang diberikan panitia yang memicu gangguan terhadap ketertiban dan kelancaran acara. Demi meredam situasi dan mencegah eskalasi massa, panitia di lapangan mengambil keputusan darurat dengan langsung mendiskualifikasi Fakultas Teknik. Keputusan ini membuat sisa peserta melanjutkan parade hingga akhir acara.
Menanggapi insiden tersebut, Nanda selaku perwakilan Fakultas Teknik mengakui kelalaian pihaknya terkait durasi penampilan. Meski demikian, ia turut menyoroti kurangnya sosialisasi aturan dari pihak penyelenggara.
“Memang benar waktu yang kami gunakan telah melebihi batas dari panitia. Namun, kami juga melihat panitia belum memberikan ketentuan mendalam mengenai detail SOP serta mekanisme diskualifikasi yang dijatuhkan kepada Fakultas Teknik,” ujar Nanda.
Namun, evaluasi panitia tidak berhenti pada tindakan darurat tersebut. Sesaat setelah rangkaian acara selesai, panitia pelaksana langsung menggelar forum evaluasi tertutup dengan memanggil perwakilan dari ketujuh fakultas.
Forum ini digelar untuk mengusut tuntas kronologi kericuhan, meminta klarifikasi dari setiap delegasi, serta mencocokkan fakta di lapangan dengan kesepakatan tata tertib acara. Dari hasil mediasi dalam forum tersebut, panitia menyimpulkan bahwa pelanggaran SOP keamanan dan ketertiban tidak hanya dilakukan oleh satu pihak.
Keputusan panitia untuk mendiskualifikasi seluruh peserta pada akhirnya disepakati oleh delegasi yang hadir. Bintang, selaku koordinator parade dari Fakultas Hukum yang juga merupakan salah satu perwakilan dalam forum, membenarkan adanya pelanggaran bersama tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak delegasi lain sejalan dan setuju dengan sanksi diskualifikasi seluruh fakultas karena memang terbukti melanggar ketentuan SOP yang telah ditetapkan.
Menanggapi hal ini, Ketua Pelaksana Pekan Andalas 2026, Sultan, menyayangkan insiden tersebut namun tetap mengingatkan kembali esensi utama dari acara ini. Sejalan dengan visi awal acara, ia berharap Pekan Andalas sejatinya tetap menjadi ajang silaturahmi yang positif antar fakultas di UNAND.
“Ke depannya, karena Pekan Andalas ini masih berlangsung untuk seluruh perlombaan lainnya di luar agenda hari ini, mari kita jalankan dengan sportivitas dan semangat juang. Tujuannya tadi, untuk menjalin silaturahmi dan mengukir kenangan abadi,” tegas Sultan.
Panitia Pelaksana berharap seluruh mahasiswa UNAND dapat kembali menjunjung tinggi kedisiplinan dan sportivitas hingga seluruh rangkaian Pekan Andalas 2026 selesai diselenggarakan.