Lembaga Pers Mahasiswa Detak Alinea Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas secara resmi menggelar Musyawarah Besar di Markas Besar (Mabes) FISIP pada Minggu (8/3) 2026. Musyawarah ini dihadiri oleh seluruh pengurus LPM Detak Alinea periode 2025/2026 dan anggota muda, sekaligus Pembina LPM Detak Alinea, Bapak Dalmenda S.Sos,. M, Si.
Mubes tersebut merupakan agenda LPM Detak Alinea yang bertujuan untuk menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepengurusan 2025/2026 sekaligus memilih pimpinan umum untuk periode selanjutnya menggantikan M. Rifki Yulian (Pimpinan Umum LPM Detak Alinea 2025/2026). Dalam proses pemilihan Pimpinan Umum, terdapat dua kandidat yaitu Putra Melandry yang mencalokan diri dan Muhammad Ghaza Alfatih yang dicalonkan oleh forum.
Putra Melandry yang merupakan Pimpinan Redaksi pada periode sebelumnya menyampaikan dalam visi dan misinya, ia menyatakan komitmennya untuk menjadikan LPM Detak Alinea sebagai lembaga pers mahasiswa yang unggul dalam kaderisasi serta karya jurnalistik. "Visi dan Misi yang akan saya bawakan ini merupakan langkah awal untuk membuahkan hasil di 2-3 tahun ke depan, harapannya melalui kaderisasi jurnalis yang unggul dan penguatan karya, Detak Alinea bisa mendapatkan beberapa prestasi membanggakan dan anugerah untuk pers mahasiswa di kemudian hari," ujarnya.
Sementara itu, kandidat lainnya, Muhammad Ghaza Alfatih yang berasal dari Divisi Multimedia, menekankan pentingnya penguatan internal organisasi. Dalam pemaparan visinya, Ghaza mengibaratkan organisasi seperti sebuah rumah yang memiliki fondasi yang saling menopang. “Organisasi itu ibaratkan rumah yang seluruh fondasinya penting. Jika salah satu fondasi rubuh, maka rumah juga akan ikut terdampak,” ujar Ghaza saat menyampaikan visi misinya.
Setelah melalui proses musyawarah yang berlangsung cukup panjang, forum akhirnya menyepakati Putra Melandry sebagai Pimpinan Umum LPM Detak Alinea periode 2026/2027.
Dengan terpilihnya Putra Melandry, menandakan babak baru bagi LPM Detak Alinea sebagai lembaga pers yang baru saja memasuki tahun ke tiga.
Reporter: Gusti Rahmatul Habibillah