MUBES HIMAPOL FISIP UNAND 2025 Tetapkan Ketua Baru dan Pangkas Masa Jabatan Pengurus Jadi 10 Bulan

MUBES (Musyawarah Besar) Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) FISIP UNAND 2025 lahirkan ketua baru dan perubahan penting dalam aturan himpunan. Masa jabatan pengurus yang sebelumnya satu tahun kini dipangkas menjadi 10 bulan, sebagaimana tertuang dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) Pasal 19 ayat (3).

M. Jovan Fadlal, Ketua HIMAPOL terpilih periode 2025/2026, menilai perubahan tersebut sebagai langkah yang perlu disikapi secara adaptif. Menurutnya, perbedaan durasi kepengurusan tidak lantas menjadi hambatan selama diiringi dengan pola kerja yang lebih sigap dan responsif. “Pemangkasan periode yang awalnya satu tahun menjadi 10 bulan ini sebenarnya bukan suatu hal yang jauh berbeda. Harapannya justru pengurus bisa bergerak lebih sigap dan tanggap,” ujar Jovan.

Ia menjelaskan bahwa pemangkasan masa jabatan ini memiliki urgensi tersendiri, terutama dalam upaya memperbaiki sistem regenerasi kepengurusan di internal HIMAPOL. Dengan masa kepengurusan yang lebih singkat, regenrasi kader diharapkan berjalan lebih cepat dan sehat. “Ini adalah salah satu upaya perbaikan regenerasi. Kita berharap kepengurusan HIMAPOL ke depan perputarannya lebih baik, sehingga ketika mahasiswa Ilmu Politik lebih cepat mengemaskan rumahnya, mereka bisa merealisasikan potensi ke kancah yang lebih tinggi,” jelasnya.

Di tengah waktu kepengurusan yang terbatas, Jovan menegaskan bahwa efektivitas program kerja menjadi tantangan sekaligus fokus utama. Ia menilai pengurus perlu mengubah cara kerja, dari sekadar banyak kegiatan menjadi lebih terencana dan terukur. “Strategi saya adalah menyusun timeline kegiatan dengan sebaik mungkin agar tidak molor. Akan ada efisiensi kegiatan, tapi dengan catatan kualitasnya tetap dijaga, bahkan harus lebih baik,” katanya.

Jovan juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif seluruh pengurus dan anggota HIMAPOL dalam menyikapi perubahan ini. Menurutnya, masa jabatan 10 bulan harus dipahami sebagai momentum, bukan keterbatasan. “Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini. Kita harus menciptakan HIMAPOL yang baik, dengan kerja yang seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya,” tutupnya.

Perubahan masa jabatan pengurus HIMAPOL ini menjadi ujian awal bagi kepemimpinan Jovan Fadlal. Di tengah dinamika organisasi dan keterbatasan waktu, mahasiswa Ilmu Politik kini menanti apakah kebijakan ini benar-benar mampu melahirkan kepengurusan yang lebih efektif dan progresif.

Reporter: Ghaza Alfatih