Pada kegiatan diskusi publik antara BEM KM UNAND dan Andre Rosiade yang diselenggarakan di Sekretariat BEM KM UNAND, Kamis, 09/04/2026, tim Detak Alinea berkesempatan melakukan wawancara ekslusif dengan Andre Rosiade perihal postingan "Presiden Pakak" dan isu pembangunan daerah Sumatera Barat.
Detak Alinea: Bagaimana tanggapan Bapak setelah hadir di sini dan berdiskusi langsung soal postingan kata "Pakak" tersebut?
AR: Prinsip dasarnya saya mengkritisi kalimat "Pakak" itu bukan karena kami antikritik, tetapi "Pakak" dalam asumsi Minang bukan hanya tuli. Definisinya luas; ada orang bodoh, ongok, andia, dan lain-lain.
Detak Alinea: Sebagai Anggota Komisi VI DPR RI yang membawahi perdagangan, UMKM, BUMN, dan lain-lain, bukankah perkembangan ekonomi Sumbar rendah itu ada campur tangan kelalaian Bapak di dalamnya?
AR: Kelalaian saya? Sebagai DPR RI saya sudah membangun. Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik, Pasar Raya Fase VII, dan Pasar Kuranji saya perjuangkan dan akhirnya dibangun.
Detak Alinea: Dari tadi kami bicara tentang tanggung jawab Bapak sebagai pemerintah pusat untuk dapat merangkul seluruh daerah.
AR: Saya sudah merangkul. Coba tanya kepada kepala daerah di Sumbar, kalau ada masalah datang ke saya. Ekonomi dan perdagangan rendah itu tanggung jawab pemimpin Sumatera Barat. Siapa sih nama pemimpinnya?
Detak Alinea: Bapak dengan gamblang menyatakan bahwa semua ini adalah kesalahan Bapak Mahyeldi tanpa campur tangan pemerintah pusat?
AR: Sebagai pemerintah pusat, saya sudah membangun pasar, sekolah rakyat, kampung nelayan, dan jalan provinsi yang sudah rusak. Saya itu anggota legislatif dan tugas saya mengawasi, bukan eksekutif daerah di Sumbar, dan tidak berjanji dengan rakyat Sumbar.
Detak Alinea: Apa tanggapan Bapak terkait pembangunan Koperasi Merah Putih di Dharmasraya yang ditolak pemuda karena lokasinya yang mengganggu aktivitas UMKM dan pasar rakyat?
AR: Yang menentukan lokasi itu pemerintah daerah di situ. Meskipun yang membangun pemerintah pusat, tapi yang menentukan lokasi dibangun itu pemerintah daerah.
Detak Alinea: Secara fungsional, Koperasi Merah Putih persentase berhasilnya sangat sedikit. Kenapa tidak mengakomodasikan koperasi desa saja?
AR: Koperasi Merah Putih itu program baru dan manfaatnya juga baru akan dirasakan setelah pembangunannya selesai. Nantinya masyarakat bisa membeli gas LPG, pupuk, ataupun off-taker hasil pertanian.
Detak Alinea: Apakah Bapak akan memenuhi panggilan diskusi lagi di akhir bulan April?
AR: Atur jadwalnya, dan kita akan dialog terbuka dan diskusi membahas solusi pembangunan di Sumatera Barat.