Permasalahan penataan dan kerapian parkir kendaraan di lingkungan Universitas Andalas (UNAND) hingga kini masih menjadi salah satu persoalan. Permasalahan ini diakibatkan minimnya kesadaran mahasiswa dan terbatasnya personil Satuan Pengamanan (Satpam).
Berdasarkan keterangan Asril, Kepala Satpam UNAND Kamis (29/10/2026), kesadaran dan disiplin pengendara menjadi penyebab utama ketidaktertiban tersebut. Ia menegaskan bahwa kesadaran parkir pada dasarnya menjadi tanggung jawab pemilik kendaraan.
“Parkir yang berantakan seharusnya bukan tugas satpam, melainkan tugas dari orang yang memiliki kendaraan tersebut. Ini merupakan tanggung jawab dan kesadaran masing-masing, gimana parkir kita bagus, rapi, dan tidak mengganggu orang lain,” ujar Asril.
Ia menambahkan, kapasitas lahan parkir di UNAND sebenarnya sudah cukup, seperti di area parkir belakang Gedung F, yang sering kali masih menyisakan lahan kosong. Namun, banyak mahasiswa memilih memarkir kendaraannya di dekat kelas demi mengejar waktu.
Selain itu, penumpukan terparah terjadi pada rentang pagi hingga siang hari saat pertukaran shift kelas. “Mahasiswa yang masuk pagi belum pulang, lalu masuk pula mahasiswa kelas siang. Pergantian dan kedatangan mahasiswa baru inilah yang membuat kemacetan dan parkir berantakan,” jelasnya.
Selain minimnya kesadaran pengendara, pihak satpam menghadapi berbagai hambatan operasional. Jumlah personil yang terbatas tidak sebanding dengan luas wilayah kampus yang harus dijaga. Petugas juga disibukkan dengan urusan kartu parkir hingga kelalaian yang dilakukan mahasiswa, seperti mengamankan hingga 15 kunci motor yang tertinggal dalam sehari.
Dampak dari kondisi parkir yang berantakan ini juga dirasakan langsung oleh para mahasiswa. Salah satunya Rahmat, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi yang kendaraannya sempat tergores, ia mengaku sering melihat kondisi parkiran yang berantakan hampir di semua titik.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap membuat pengendara kesulitan saat hendak mengeluarkan motor. Menanggapi hal tersebut, Rahmat menilai bahwa penyelesaian masalah ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan oleh petugas satpam. “Kita tidak bisa berharap pada pihak satpam saja, melainkan kita harus menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama,” ungkap Rahmat
Guna mengatasi masalah ini, pimpinan kampus telah memperbanyak titik CCTV dan rutin menggiatkan patroli penertiban. Ke depan, pihak kampus menyiapkan solusi modern melalui pemanfaatan teknologi, seperti wacana penggunaan sistem pintu perlintasan otomatis (gate) agar pengawasan area parkir menjadi lebih tertib.
Reporter: Nadya Eka P, Widya Alisa
nama