Pembangunan lantai dua Gedung D Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (UNAND) mendapat tanggapan dari mahasiswa. Penambahan ruang kelas dinilai dapat memenuhi kebutuhan ruang perkuliahan yang masih terbatas. Namun, suara pengerjaan proyek selama jam kuliah turut mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Pembangunan yang merupakan bagian dari proyek Convention Hall FISIP Tahap III tersebut telah berlangsung sejak 2026. Berdasarkan laporan konsultan pengawas per 27 September 2026, pengerjaan telah mencapai progres 26,894 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Wakil Dekan II FISIP UNAND Dr. Yevita Nurti, M.Si mengatakan, pembangunan tersebut dikelola langsung oleh pihak universitas. Menurutnya, proses perencanaan hingga tender ditangani UNAND melalui UPT Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), sedangkan fakultas menerima hasil pelaksanaan proyek. Selain itu, dua orang tim teknis dari Fakultas Teknik turut mengawasi pengerjaan pembangunan yang ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2025, Jenni Dwi Putri, menilai pembangunan tersebut diperlukan karena ketersediaan ruang kelas di FISIP masih belum memadai. Kondisi tersebut membuat beberapa jadwal perkuliahan kerap berbenturan. Hal serupa disampaikan Salsabila, mahasiswa Antropologi Sosial semester 3. Menurutnya, penambahan ruang belajar dibutuhkan karena Gedung F juga digunakan oleh mahasiswa dari fakultas lain.
‘‘Menurut saya penambahan ruangan ini diperlukan supaya kita bisa memaksimalkan perkuliahan di gedung fakultas,’’ ujarnya.
Meski demikian, proses pembangunan masih menimbulkan gangguan selama perkuliahan berlangsung. Susanasti, mahasiswa Ilmu Politik angkatan 2026, mengatakan suara mesin konstruksi terkadang membuat dosen harus berbicara lebih keras saat menyampaikan materi. Namun, menurutnya, debu dari pengerjaan belum sampai mengganggu aktivitas di dalam kelas.
‘‘Kadang suara mesin terlalu besar dan suara dosen jadi tidak terdengar,’’ ujarnya.
Kendati demikian, Jenni mengatakan gangguan tersebut masih dapat dimaklumi karena pembangunan juga bertujuan memenuhi kebutuhan ruang belajar mahasiswa.
“Kita juga tidak bisa egois,” ujarnya.
Reporter: Amelia Aufa N, Dinda Shafiya A